close
RCAST.NET
  • Redaksi & Marketing
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Agustus 26, 2025
ERASUMBU
Advertisement
  • Home
  • Sumbu Berita
  • Sumbu Nusantara
    • Sumbu Jabar
    • Sumbu Daerah
  • Sumbu Sospol
  • Sumbu Ekbis
  • Sumbu Tekno
  • Sumbu Ragam
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbu Berita
  • Sumbu Nusantara
    • Sumbu Jabar
    • Sumbu Daerah
  • Sumbu Sospol
  • Sumbu Ekbis
  • Sumbu Tekno
  • Sumbu Ragam
No Result
View All Result
ERASUMBU
No Result
View All Result
Home Sumbu Ragam

ALZI dan FK UPI Ajak Waspadai Demensia Sejak Dini

by Admin
1 Juni 2025
in Sumbu Ragam
ALZI dan FK UPI Ajak Waspadai Demensia Sejak Dini

Peringati Hari Lansia, ALZI dan FK-UPI menggelar sosialisasi demensia kepada masyarakat, Minggu (1/6/2025).

Share on FacebookShare on Twitter

ERASUMBU, BANDUNG – Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional, Alzheimer Indonesia (ALZI) Regional Bandung bersama Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) menggelar sosialisasi demensia kepada masyarakat, Minggu (1/6/2025).  Tidak hanya diramaikan oleh para lansia, tapi juga keluarga, relawan, dan tenaga kesehatan yang berkumpul untuk satu tujuan: menyadarkan masyarakat bahwa pikun bukan hal yang bisa dimaklumi begitu saja.

Kegiatan ini digelar oleh Alzheimer Indonesia (ALZI) Regional Bandung bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI). Mereka mengadakan sosialisasi demensia dan pemeriksaan memori gratis bagi warga lanjut usia. Tema besarnya lugas dan mengena: “Jangan Maklum dengan Pikun.”

“Pikun itu bukan bagian dari penuaan yang normal. Ini bisa jadi gejala awal demensia yang harus diwaspadai,” ujar dr. Noveline Sagita, dokter spesialis saraf sekaligus pengurus ALZI Bandung.

BACA JUGA: Abdimas Internasional, Tel-U dan Saxion University Belanda Berdayakan Petani Kopi Alam Endah

Menurut Noveline, demensia sering disalahpahami sebagai bagian alami dari proses menua. Padahal, berdasarkan data global, setiap tiga detik, satu orang di dunia terkena demensia. Dan ironisnya, banyak penderita yang tidak sadar tengah mengalaminya.

“Demensia itu seperti fenomena gunung es. Gejalanya tersembunyi, tapi dampaknya bisa sangat luas. Tanpa penanganan, penderita bisa mengalami perubahan emosi, kehilangan orientasi, bahkan sampai kabur dari rumah,” jelasnya.

Mitos lain yang coba diluruskan dalam sosialisasi ini adalah anggapan bahwa demensia hanya menyerang lansia. Faktanya, gejala bisa muncul lebih awal.

“Saya pernah menangani pasien usia 30-an. Jadi, bukan hanya orang tua yang harus waspada,” kata Noveline.

Ia juga menjelaskan bahwa ada dua jenis faktor risiko: yang tidak bisa dihindari seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga, serta yang bisa dikendalikan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, jarang olahraga, dan obesitas.

Pencegahan dan Edukasi

Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan demensia, gaya hidup sehat terbukti mampu menurunkan risiko dan memperlambat perkembangan gejala.

“Obat hanya memperlambat. Tapi kombinasi antara terapi, aktivitas fisik, dan stimulasi otak bisa sangat membantu. Maka, penting untuk mengenali gejala sejak dini,” tambahnya.

Acara ini tidak hanya bersifat edukatif, tapi juga memberi manfaat langsung. Lansia yang hadir mendapat pemeriksaan memori gratis oleh tim medis, serta penjelasan tentang cara mengenali dan menangani gejala awal demensia.

Peran Kampus dalam Sosialisasi Kesehatan

Dari pihak FK UPI, dr. Alvin Wiharja menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pengabdian masyarakat.  “Kami ingin mengajak masyarakat lebih sadar bahwa Alzheimer dan demensia adalah penyakit serius. Belum bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah jika dikenali sejak awal,” ujarnya.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap penuaan dan kesehatan otak. Harapannya, makin banyak orang yang paham bahwa pikun bukan takdir yang harus diterima begitu saja—melainkan kondisi medis yang bisa dicegah dan dikendalikan. (IMN)

 

Tags: Alzheimer IndonesiaALZIDimensiaFK UPILansiaUPI
Previous Post

Jelang Idul Adha, Polban Kenalkan Alat Perebah Sapi Aman dan Sesuai Syariat

Next Post

Jalur Domisili dan Zonasi di SPMB Bandung, Apa Bedanya?

Recommended

Jadi Brand Ambasador Roscik, Ade Rai Ajak Konsumsi Lezat dan Sehat

Jadi Brand Ambasador Roscik, Ade Rai Ajak Konsumsi Lezat dan Sehat

1 hari ago
HUT Ke-80 RI, 18.439 Narapidana Dapat Remisi

HUT Ke-80 RI, 18.439 Narapidana Dapat Remisi

1 minggu ago

Trending

Komitmen Kuat Menjaga Toleransi Di Jabar

Komitmen Kuat Menjaga Toleransi Di Jabar

2 tahun ago
Blitz Arena Hadir di Bandung, Wahana Pertempuran Seru untuk Liburan Sekolah

Blitz Arena Hadir di Bandung, Wahana Pertempuran Seru untuk Liburan Sekolah

2 bulan ago

Popular

Sekda Jabar Lantik Ribuan Pelajar, FOJB Cetak Pemimpin Muda Berkarakter Panca Waluya

Sekda Jabar Lantik Ribuan Pelajar, FOJB Cetak Pemimpin Muda Berkarakter Panca Waluya

2 minggu ago
Yan Rizal: Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Pemkot Bandung

Yan Rizal: Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Pemkot Bandung

1 minggu ago
Pengkaryaan angklung

Satu Dekade SORA  Konsisten Cetak Komposer Angklung

3 minggu ago
Bandung Zoo Diduduki Oknum, Pakan Satwa Tertahan

Bandung Zoo Diduduki Oknum, Pakan Satwa Tertahan

3 minggu ago
Prime Center

Prime Center Tawarkan Promo LASIK Canggih SMILE PRO di 23 Paskal

3 minggu ago
  • Redaksi & Marketing
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2022, ERASUMBU

No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbu Berita
  • Sumbu Nusantara
    • Sumbu Jabar
    • Sumbu Daerah
  • Sumbu Sospol
  • Sumbu Ekbis
  • Sumbu Tekno
  • Sumbu Ragam

Copyright © 2022, ERASUMBU

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In