close
RCAST.NET
  • Redaksi & Marketing
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Agustus 28, 2025
ERASUMBU
Advertisement
  • Home
  • Sumbu Berita
  • Sumbu Nusantara
    • Sumbu Jabar
    • Sumbu Daerah
  • Sumbu Sospol
  • Sumbu Ekbis
  • Sumbu Tekno
  • Sumbu Ragam
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbu Berita
  • Sumbu Nusantara
    • Sumbu Jabar
    • Sumbu Daerah
  • Sumbu Sospol
  • Sumbu Ekbis
  • Sumbu Tekno
  • Sumbu Ragam
No Result
View All Result
ERASUMBU
No Result
View All Result
Home Sumbu Sospol

IPRC: Perlu Evaluasi Mendalam Sebelum Tentukan Format Pilkada di Masa Depan

by Admin
19 Maret 2025
in Sumbu Sospol
IPRC

Fahmy Iss Wahyudi, peneliti dari Indonesian Political Research Center (IPRC). (R.Rohimat)

Share on FacebookShare on Twitter

ERASUMBU, BANDUNG, – Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) kembali mencuat dalam diskusi publik bertajuk Quo Vadis: Pilkada Langsung dan Tidak Langsung yang digelar di GGM Bandung. Fahmy Iss Wahyudi, peneliti dari Indonesian Political Research Center (IPRC), menekankan pentingnya evaluasi mendalam sebelum memutuskan sistem Pilkada ke depan.

Fahmy menegaskan bahwa tidak ada kesimpulan instan terkait format Pilkada, apakah tetap langsung atau beralih ke sistem tidak langsung. Menurutnya, diperlukan kajian komprehensif guna menimbang dampak positif dan negatif dari sistem yang telah berjalan.

“Keputusan untuk mengubah mekanisme Pilkada tidak boleh diambil secara terburu-buru tanpa evaluasi menyeluruh. Jika tidak, langkah ini berisiko kurang bijaksana,” ujarnya dalam diskusi yang berlangsung pada Rabu (19/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa baik Pilkada langsung maupun tidak langsung memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Pilkada langsung memberi kesempatan bagi rakyat untuk memilih pemimpin daerah secara langsung, namun rawan praktik politik uang. Sebaliknya, sistem tidak langsung dapat mengurangi politik uang, tetapi berpotensi memperlebar jarak antara rakyat dan pemimpinnya.

“Dalam Pilkada tidak langsung, masyarakat sering merasa kehilangan keterlibatan dalam proses demokrasi. Ini menjadi tantangan yang harus diperhitungkan jika mekanisme ini kembali diterapkan,” ungkap Fahmy.

Ia juga memperkirakan bahwa wacana revisi regulasi Pilkada akan kembali menjadi isu panas dalam dua hingga empat bulan mendatang. Proses ini tidak akan berjalan cepat, mengingat perubahan regulasi harus lebih dulu masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Selain itu, Fahmy menekankan pentingnya peningkatan pendidikan politik dan penegakan hukum guna mempersiapkan masyarakat menghadapi Pilkada. Ia mengakui bahwa politik uang masih menjadi masalah utama dalam Pilkada langsung, meskipun sudah ada regulasi yang mengaturnya.

“Jika masyarakat dinilai belum siap, maka negara perlu berperan aktif dengan meningkatkan literasi politik serta memperkuat penegakan hukum terhadap politik uang. Dengan aturan yang lebih ketat dan aparat yang bekerja optimal, masyarakat dapat lebih rasional dalam menentukan pilihannya,” paparnya.

Diskusi ini menjadi refleksi terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia, yang terus berupaya menemukan format terbaik dalam pemilihan kepala daerah. Fahmy menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keputusan terkait mekanisme Pilkada harus mempertimbangkan berbagai aspek politik, sosial, dan hukum secara menyeluruh.

Tags: Fahmy Iss WahyudiIPRClangsungpenelitiPilkadatidak langsung
Previous Post

FAST Tel-U Dukung Astacita Pendidikan Tinggi bagi Pengembangan SDM

Next Post

Wartawan Jadi Korban Kekerasan Massa Aksi Tolak UU TNI di DPRD Jabar

Recommended

Jadi Brand Ambasador Roscik, Ade Rai Ajak Konsumsi Lezat dan Sehat

Jadi Brand Ambasador Roscik, Ade Rai Ajak Konsumsi Lezat dan Sehat

2 hari ago
HUT Ke-80 RI, 18.439 Narapidana Dapat Remisi

HUT Ke-80 RI, 18.439 Narapidana Dapat Remisi

1 minggu ago

Trending

Komitmen Kuat Menjaga Toleransi Di Jabar

Komitmen Kuat Menjaga Toleransi Di Jabar

2 tahun ago
Blitz Arena Hadir di Bandung, Wahana Pertempuran Seru untuk Liburan Sekolah

Blitz Arena Hadir di Bandung, Wahana Pertempuran Seru untuk Liburan Sekolah

2 bulan ago

Popular

Sekda Jabar Lantik Ribuan Pelajar, FOJB Cetak Pemimpin Muda Berkarakter Panca Waluya

Sekda Jabar Lantik Ribuan Pelajar, FOJB Cetak Pemimpin Muda Berkarakter Panca Waluya

2 minggu ago
Yan Rizal: Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Pemkot Bandung

Yan Rizal: Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Pemkot Bandung

1 minggu ago
Pengkaryaan angklung

Satu Dekade SORA  Konsisten Cetak Komposer Angklung

3 minggu ago
Bandung Zoo Diduduki Oknum, Pakan Satwa Tertahan

Bandung Zoo Diduduki Oknum, Pakan Satwa Tertahan

3 minggu ago
Prime Center

Prime Center Tawarkan Promo LASIK Canggih SMILE PRO di 23 Paskal

4 minggu ago
  • Redaksi & Marketing
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2022, ERASUMBU

No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbu Berita
  • Sumbu Nusantara
    • Sumbu Jabar
    • Sumbu Daerah
  • Sumbu Sospol
  • Sumbu Ekbis
  • Sumbu Tekno
  • Sumbu Ragam

Copyright © 2022, ERASUMBU

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In