BANDUNG, ERASUMBU — Prime Center Clinics resmi membuka booth promosi layanan koreksi penglihatan di 23 Paskal Shopping Center, Bandung. Bertempat di HEJO Lobby Lantai 1 No. B2, booth ini hadir selama sepekan di depan Main Atrium, dekat area informasi.
Booth ini menghadirkan informasi seputar prosedur Laser Vision Correction (LVC) yang kini kian diminati masyarakat berusia 18–45 tahun, terutama mereka yang mengalami gangguan refraksi seperti rabun jauh (minus), rabun dekat (plus), dan astigmatisme (silindris).
“LVC semakin populer karena menawarkan solusi cepat dan aman untuk memperbaiki penglihatan tanpa kacamata. Tapi tetap harus melalui proses screening awal,” jelas dr. Marita Febiana Aprilia, dokter dari Prime Center Clinics, Sabtu (2/8/2025).
BACA JUGA: Gubernur Resmikan Klinik Khusus Lansia Inggit Garnasih
Prime Center Clinics menyediakan tiga jenis prosedur LVC, yaitu Trans PRK, LASIK, dan SMILE PRO. Teknologi SMILE PRO disebut sebagai satu-satunya prosedur terkini yang tersedia di Jawa Barat. Prosedur ini menggunakan metode Small Incision Lenticule Extraction yang lebih minim risiko dibandingkan LASIK karena tidak memerlukan pembuatan flap pada kornea.
“Proses lasernya sangat singkat, kurang dari 10 detik, dan keseluruhan prosedur hanya 5–10 menit. Pasien bisa langsung kembali beraktivitas keesokan harinya,” ujar dr. Marita.
Keunggulan lainnya, SMILE PRO mengurangi risiko mata kering dan didukung teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk presisi koreksi penglihatan sesuai kebutuhan masing-masing pasien.
Selama masa promosi booth, Prime Center Clinics menawarkan harga spesial untuk tiga jenis tindakan koreksi penglihatan:
- Trans PRK mulai dari Rp13,5 juta
- LASIK sekitar Rp17 juta
- SMILE PRO hanya Rp27 juta
(Harga berlaku untuk dua mata; harga per mata akan disesuaikan dengan hasil konsultasi dokter.)
Layanan ini ditujukan bagi masyarakat aktif, termasuk pekerja profesional dan atlet yang ingin menjalani hidup tanpa ketergantungan pada kacamata.
“Dengan teknologi ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat, khususnya mereka yang ingin tampil lebih bebas dan percaya diri,” tutup dr. Marita.